Pendidikan merupakan hak segala bangsa, namun realitas di lapangan menunjukkan ketimpangan yang luar biasa antara sekolah di perkotaan dan daerah 3T. Di pedalaman Papua dan NTT, anak-anak harus berjalan kaki berkilo-kilometer melintasi sungai demi sampai di sekolah yang atapnya bocor. Ketiadaan listrik dan jaringan internet memperlebar jurang disparitas ini. Upaya pemerataan kualitas guru dan tunjangan khusus bagi pendidik di garis depan perlu segera direalisasikan secara konsisten oleh pemerintah pusat.