Program digitalisasi sekolah yang diusung Kementerian Pendidikan menghadapi tembok tebal berupa infrastruktur jaringan telekomunikasi yang belum merata. Berdasarkan data pemantauan, ribuan sekolah di pulau terpencil masih mengandalkan modem seluler dengan sinyal buruk untuk melakukan administrasi atau ujian nasional secara online. Guru terpaksa mengumpulkan siswa di perbukitan tinggi agar mendapatkan sinyal, sebuah pemandangan kontras dengan kemudahan teknologi di kota-kota besar.