Bagi Pak Kardi (48), seorang buruh harian lepas di pasar induk, setiap hari adalah pertaruhan untuk menyambung hidup keluarganya. Pendapatannya berkisar antara Rp 50.000 hingga Rp 80.000 per hari, jumlah yang kian tidak mencukupi di kala harga beras dan bumbu dapur melambung tinggi. Keberadaan jaring pengaman sosial dari pemerintah dinilai belum merata menyasar kelompok rentan informal seperti dirinya, yang sering kali terjepit di antara garis kemiskinan perkotaan.